Depan

Berita Kampus

Penelitian







FIP

FPBS

FPIPS

FPMIPA





Yayasan

Unsur Pimpinan

Senat Institut

Unsur Pelaksana Akademik

Unsur Pelaksana Administrasi

Unsur Unit Pelaksana Teknis








Laboratorium

Perpustakaan

Lembaga Penelitian

Unit Kegiatan Mahasiswa

Fasilitas Ruang Kuliah

Gedung Perkuliahan

Hotspot Area

Klinik





Rabu, 11 November 2009 - 09:20:33 WIB
SUMPAH PEMUDA
Diposting oleh : Administrator - Dibaca: 634 kali

Negara ini lahir karena impinan para pemuda. Waktu itu (27-29 Oktober 2009) para pemuda berkumpul dan melaksanakan Kongres Pemuda II. Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda II berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Sumpah itu diperjuangkan dengan darah, keringat, dan air mata. Hingga pada 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Namun demikian perjuangan para pemuda tidak hanya sampai di situ. Belanda masih berupaya merebut kembali Negara jajahannya. Maka tidak ada kata lain bagi para pemuda selain ‘angkat senjata’.


            Di masa sekarang, saat Indonesia sedang belajar berdiri tegak kembali peran pemuda tetap dituntut untuk berpartisipasi. Mahasiswa IKIP PGRI Semarang yang koordinatori oleh UKM Gema mendirikan pohon harapan. Di mulai pagi hari tanggal 28 Oktober 2009. Empat pohon pisang dibalut kain warna merah dan putih tegak berjajar. Para mahasiswa dipersilahkan menancapkan lidi ke pohon pisang tersebut. Di ujung lidi telah tertempel kertas putih. Di kertas itu para mahasiswa menuliskan harapan-hapannya kepada negeri yang mereka cintai, Indonesia.


            Kerempatan pertama menancapkan lidi harapan itu adalah Muhdi, SH. M.Hum, rektor IKIP PGRI Semarang. Kesempatan selanjutnya adalah Drs. Maryanto, M.Si, PR III, dan kesempatan berikutnya dilaksanakan oleh Drs. Murywantobroto, M.Hum., Pembina Teater Gema. Setelah itu secara bergantian mahasiswa menancapkan lidi, menancapkan arapannya terhadap Indonesia.


            Pada malam harinya diselenggarakan pentas seni. Setidaknya ada empat penampilan. Penampilan pertama adalah Group Rebana Nurul Asatidz, penampil kedua adalah UKM Kias, penampil ketiga pembacaan puisi oleh UKM Teater Gema, dan penampil selanjutnya adalah UKM Musik yang menyanyikan Indonesia Pusaka, dan Gebyar-Gebyar. Orasi budaya disampaikan oleh Muhdi, SH. M.Hum, rektor IKIP PGRI Semarang.


            Acara puncak adalah pembacaan teks Sumpah Pemuda secara bersama-sama yang dipimpin oleh Aniq Khoirul Basyar.


            Acara pada malam hari itu benar-benar khidmat, dan khusuk. Saat sumpah pemuda dikumandangkan seluruh hadirin berdandengan tangan. Seluruh perwakilan organisasi mahasiswa di IKIP PGRI Semarang berbaris di depan dan berangkulan. “Malam ini saya sungguh terharu, semangat teman-teman terpancar dan menggetarkan hati.” Ujar Nawangsih, salah seorang hadirin.